MATHEMATICS EDUCATION
Umpan Balik tentang Kinerja Siswa: Sebuah Cara yang Mungkin Untuk Mengurangi Efek Negatif Kecemasan Matematika dalam Pendidikan Tinggi
Pendahuluan
Penelitian ini bertujuan menyelidiki efektivitas sistem penilaian formatif dalam meningkatkan pembelajaran mahasiswa, sistem ini terdiri dari serangkaian tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa selama mata kuliah, terkait dengan tugas tersebut mereka menerima umpan balik tentang kesalahan mereka dalam kelas. Sebanyak 166 mahasiswa yang terdaftar dalam mata kuliah inti dari gelar Psikologi di Universitas Barcelona. Ditemukan korelasi yang positif antara kehadiran di kelas dengan nilai siswa, sedangkan korelasi antara skor kecemasan matematika dan nilai ujian akhir tidak signifikan. Nilai ujian hanya diprediksi oleh faktor ‘manfaat umpan balik yang dirasakan’, hal ini menunjukkan bahwa umpan balik mungkin telah membantu dalam mengurangi dampak negatif kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengerjakan soal-soal matematika pada prestasi akademik mahasiswa.
Pembahasan
Penilaian formatif adalah “proses penilaian, penilaian, atau evaluasi pekerjaan atau kinerja mahasiswa dan menggunakannya untuk membentuk dan meningkatkan kompetensi mereka”, bertujuan memberikan umpan balik langsung tentang proses belajar dan mengajar, dan dapat memberikan dampak yang menguntungkan bagi siswa dan guru.
Inti dari penilaian
formatif (yaitu, penilaian untuk pembelajaran) adalah umpan balik. Umpan balik
telah dijelaskan sebagai “informasi yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk
mengonfirmasi, menambah, menimpali, menyesuaikan, atau menyusun ulang informasi
dalam ingatan, baik informasi tersebut berupa pengetahuan domain, pengetahuan
meta-kognitif, keyakinan tentang diri dan tugas, atau taktik dan strategi
kognitif”. Tanpa umpan balik dari guru, kesalahan siswa tidak dapat diperbaiki
dan kinerja yang baik tidak diperkuat, yang dapat berdampak buruk tidak hanya
pada motivasi siswa tetapi juga nilai mereka.
Dalam penelitian ini,
sistem penilaian formatif dikembangkan dan diterapkan dalam konteks mata kuliah
desain penelitian, mata kuliah inti pada tahun kedua gelar psikologi yang ditawarkan oleh
Universitas Barcelona. Tujuan khususnya adalah untuk mempelajari efektivitas
sistem ini dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Mata kuliah desain penelitian
memiliki muatan statistik yang tinggi dan memerlukan pemikiran numerik. Oleh
karena itu, mata kuliah ini sulit dan tidak menyenangkan bagi banyak mahasiswa,
yang mungkin gagal dalam ujian atau keluar dari mata kuliah tersebut karena
merasa tidak dapat lulus. Dalam penelitian sebelumnya, Núñez-Peña,
Suárez-Pellicioni, dan Bono (2013b) menemukan sebagian besar mahasiswa yang
gagal lulus mata kuliah desain penelitian memiliki tingkat kecemasan matematika
yang tinggi dan sikap negatif terhadap mata kuliah ini. Kecemasan matematika
ditemukan tidak hanya terkait dengan sikap negatif terhadap matematika, tetapi
juga dengan hasil akademis yang kurang baik dalam mata kuliah itu dan
kepercayaan diri yang rendah mengenai kemampuan untuk mempelajari matematika.
Dalam sistem penilaian
formatif yang dijelaskan dalam studi ini, mahasiswa mengerjakan serangkaian
tugas selama kursus dan diberikan umpan balik tentang kinerja mereka. Silabus
untuk kursus desain penelitian memiliki tujuh topik, yang berfokus pada jenis
desain penelitian. Setiap desain dikerjakan dalam tiga sesi yang tersebar
selama satu minggu. Sesi pertama berupa ceramah, sesi kedua berupa sesi
praktik, dan sesi ketiga berupa sesi umpan balik.
Dalam sistem penilaian
formatif, sesi umpan balik diadakan sehari setelah sesi praktik. Selama sesi
umpan balik, latihan praktik yang telah dilakukan pada hari sebelumnya
dikoreksi oleh dosen dan hasil utama serta kesalahan yang paling sering
dilakukan dan menjadi perhatian. Tujuan akhir sesi ini agar mahasiswa mendapatkan informasi
pemahaman mereka terhadap konten kursus yang dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan mereka serta meningkatkan rasa percaya diri mereka terhadap mata
pelajaran itu, solusi yang untuk pekerjaan yang dilakukan di kelas praktik juga
disediakan bagi mahasiswa melalui situs web kursus.
Selama tahun ajaran
2012–2013, sistem penilaian formatif diterapkan dalam kursus desain penelitian
dengan tujuan umum untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa dan tujuan khusus
untuk meminimalkan dampak negatif kecemasan matematika pada kinerja akademik
mereka. Dalam penelitian yang dilakukan selama tahun akademik 2010–2011, siswa
yang tidak lulus mata kuliah desain penelitian menunjukkan tingkat kecemasan
matematika yang lebih tinggi, terutama kecemasan terhadap ujian matematika dan
mata kuliah matematika.
Untuk menilai apakah sistem penilaian formatif mampu mengurangi dampak negatif kecemasan matematika pada kinerja mahasiswa (yaitu, pada nilai mata kuliah mereka), pertama membandingkan korelasi antara skor kecemasan matematika dan nilai ujian akhir yang diperoleh selama mata kuliah 2012–2013 dengan yang diperoleh selama mata kuliah 2010–2011. Kemudian menggunakan model regresi berganda bertahap untuk menguji hubungan antara kecemasan matematika, sikap matematika, manfaat yang dirasakan dari sesi umpan balik, dan nilai akhir, dan membandingkan hubungan ini dengan yang diamati selama tahun akademik 2010–2011. Dengan harapan dapat mengurangi secara signifikan koefisien regresi untuk faktor kecemasan mata kuliah matematika dalam model tahun 2012–2013, yang menunjukkan bahwa sistem umpan balik yang diterapkan selama tahun akademik tersebut berguna untuk meminimalkan dampak negatif kecemasan matematika pada nilai mahasiswa dalam mata kuliah desain penelitian.
Kesimpulan
Kesimpulan hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penilaian formatif yang didasarkan pada
pemberian umpan balik kepada siswa tentang kesalahan mereka dalam sesi kelompok
besar, sebuah sistem yang diterapkan selama tahun ajaran 2012-2013 dalam sistem penilaian formatif yang didasarkan pada pemberian umpan balik kepada siswa tentang kesalahan mereka dalam sesi kelompok besar (oleh Aisyah Hudda N). Konteks mata kuliah desain penelitian mendukung pembelajaran secara umum dan
khusus serta bisa mengurangi dampak kecemasan matematika pada performa mahasiswa
yang memiliki kecemasan matematika tingkat tinggi.

Komentar
Posting Komentar